Kisah 1: Jika 30 orang mati per hari
PEMBUNUH TERSEMBUNYI

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk)
berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah
perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan (al-Maidah: 90)
oOo
Hidden Killer
Suatu ketika, sebuah negeri yang sebagian besar penduduknya Muslim digegerkan oleh sebuah kejadian mengerikan. Bagaimana tidak? Setiap hari, lebih dari 30 orang penduduk usia mudanya meninggal dunia. Ciri-ciri korban sama: sebelum meninggal, ia menyakiti dirinya sendiri, lalu mati tanpa ia sadari bahwa ia pernah hidup. Para pemimpin negara itu menjadi sangat khawatir. Masalahnya, kalau setiap hari ada 30 anak muda yang meninggal, berarti setiap tahun ada 10.950 orang. Dalam beberapa tahun saja, negara ini akan berhenti karena tidak ada lagi generasi penerusnya.
Mengerikan!
Para detektif sibuk mencari tahu sebabnya, para ulama dan cendikiawan dilibatkan. Para normal tidak ketinggalan. Usut punya usut, belakangan terbongkar bahwa kematian itu disebabkan oleh pelaku dari jaringan keluarga pembunuh berantai yang dipimpin oleh Pak Narko, awalnya seorang bule. Pak Narko adalah keturunan langsung dari Pak Khamri, orang Arab. Jaringan keluarga pembunuh ini ada di seluruh dunia. Modus operandi atau cara kerjanya sangat rapi dan halus sehingga sulit sekali ditangkap. Para pembunuh ini dapat mengubah diri menjadi makanan, minuman, bahkan perangko. Anehnya, mereka dapat memperbanyak diri dalam waktu yang singkat.
Yang lebih unik lagi, keluarga Pak Narko tidak menggunakan senjata api, pedang, atau pisau tajam, seperti pada umumnya pembunuh. Mereka merasuki jiwa para calon korbannya, mengubah kesadarannya, pikiran mereka menjadi tidak rasional, suka berhalusinasi, sekolah dan teman-teman ditinggalkan, emosi tidak terkendali, murung, tegang, mudah marah, rasa cemas berlebihan lalu Sang Jegal Narko memaksa mereka melakukan bunuh diri tanpa disadarinya. Karena itu polisi menyebutnya hidden killer alias pembunuh tersembunyi.
Bagaimana polisi negara dapat menyelesaikan kasus rumit ini? Menangkap pelaku? Itu tidak mungkin efektif, karena pelaku sangat banyak dan mereka dapat memperbanyak diri. Mereka bisa berubah wujud menjadi siluman. Setelah bertahun-tahun meneliti, akhirnya diketahui bahwa para pembunuh itu juga bisa dibunuh oleh korbannya. Polisi dan para ahli berkesimpulan bahwa korban tidak akan mati jika ia selalu sadar akan bahaya keluarga Pak Narko di lingkungan sekitarnya.Anak-anak muda negara itu diperkenalkan apa bahayanya kalau dekat dengan keluarga Pak Narko; menghindari berteman dengan orang-orang yang sudah menjadi korban mereka. Yang paling penting, dekatkan diri pada Allah swt. Jika tidak, masa depan akan suram, bahkan hilang sama sekali. Dengan cara itu, Pak Narko akan kehilangan akal. Ia akan mati dengan sendirinya. Jadi, korban dan calon korbanlah yang dapat membunuh keluarga Pak Narko.
Sesuatu yang dalam jumlah banyak dapat memabukkan, maka dalam jumlah sedikit pun ia haram (Hadis)
oOo
Komentar
Posting Komentar