Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

'Ibrah 5: Bagaimana hidup yang sebenarnya?

MAKNA HIDUP Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh. Bismillahirrahmanirrahim Saudara pembaca, semua kita manusia yang berada di atas bumi ini merasa bahwa kita hidup bahkan binatang hitup, tumbuh-tumbuhan hidup, bahkan ada yang berkata bahwa segala sesuatu hidup sesuai dengan hakikat dirinya tanah hidup apabila subur,  tanah yang mati apabila dia gersang tidak dapat ditumbuhi pepohonan. Manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan, semua hidup untuk mengabdi kepada Allah Swt. Kata orang tanda hidup ada tiga; gerak, rasa dan tahu. Rasa , dibutuhkan dan dialami oleh yang hidup, bukankah ada tumbuhan yang apabila disentuh dia merasa sehingga mengkerut. Binatang, hidup karena dia bergerak , tumbuhanpun hidup karena bergerak ke atas. Dan yang tahu itu juga hidup, semut tahu apabila dia diinjak, apabila dia diganggu, dia akan meronta, demikian seterusnya. Bagi kita manusia , hidup mestinya berkualitas. Hidup berkualitas menurut Allah Swt., dalam Al-Qur’an dinyatakan:...

'Ibrah 4: Kepada binatangpun harus ber-akhlak apalagi sesama manusia.

Gambar
AKHLAK Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi Wa Barakatuh. Bismillahirrahmanirrahim Saudara pembaca , kali ini kita akan berbincang sedikit tentang akhlak. Dalam konteks ini kita ingin mulai dengan mengingat sabda Nabi Muhammad Saw., yang menyatakan; Innama al-Bu’itstu Li Utamimma Makarima al-Akhlaq (Aku, tidak diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak yang baik). Saudara , kata akhlaq adalah bentuk jamak. Kata ini seakar dengan kata makhluq. Makhluq adalah suatu yang diciptakan, yang telah wujud di dalam kenyataan. Akhlaq -pun demikian, akhlaq didefinisikan oleh sementara pakar sebagai kondisi kejiwaan yang menjadikan seseorang yang memilikinya mampu melakukan sesuatu dengan mudah tanpa paksaan, seakan-akan secara otomatis ia tidak perlu lagi membebani dirinya untuk melakukannya karena dia telah menjadi kondisi kejiwaan yang telah wujud dalam dirinya. Itu sebabnya sebelum menjadi akhlaq diperlukan apa yang dinamai takhalluq yakni berusaha untuk memaksakan diri me...

Kisah 1: Jika 30 orang mati per hari

Gambar
PEMBUNUH TERSEMBUNYI Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya  (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah  termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat  keberuntungan (al-Maidah: 90) oOo Hidden Killer Suatu ketika, sebuah negeri yang sebagian besar penduduknya Muslim digegerkan oleh sebuah kejadian mengerikan. Bagaimana tidak? Setiap hari, lebih dari 30 orang penduduk usia mudanya meninggal dunia. Ciri-ciri korban sama: sebelum meninggal, ia menyakiti dirinya sendiri, lalu mati tanpa ia sadari bahwa ia pernah hidup. Para pemimpin negara itu menjadi sangat khawatir. Masalahnya, kalau setiap hari ada 30 anak muda yang meninggal, berarti setiap tahun ada 10.950 orang. Dalam beberapa tahun saja, negara ini akan berhenti karena tidak ada lagi generasi penerusnya. Mengerikan! Para detektif sibuk mencari tahu sebabnya, para ulama dan cendikiawan dilibatkan. Para norm...

Kisah 2:Ibadah Penambah Kecerdasan

Relaksasi Penambah Kecerdasan Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali  orang-orang yang mengerjakan salat, yang setia mengerjakan salatnya (QS. al-Ma`arij: 19-23) Dalam buku ISQ, Ary Ginanjar mengutip sebuah kisah. Tahun 1978, sebuah perusahaan telekomunikasi berhasil mendapat sebuah proyek pemasangan sistem alarm pada sebuah gedung baru. Masalahnya, mereka hanya diberi waktu kurang dari satu hari untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan tersebut. Gedung itu akan diresmikan esok harinya, pagi-pagi sekali. Jadi, mereka harus memasang sistem elektronik yang rumit itu dalam waktu yang sangat singkat. Pukul 16.00 sang direktur perusahaan bersama seorang teknisinya yang paling handal tiba di tempat tersebut. Di gedung itu, mereka melihat kabel-kabel yang berantakan dan sejumlah pekerja hilir mudik menyelesaikan pekerjaan masing-masing.  Mereka sem...

Kisah 3: Kita bisa memilih takdir Allah

Memilih Takdir Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan (Al-Baqarah: 195) Khalifah Umar bin Khattab mengunjungi negeri Syam (Syiria sekarang). Di tengah jalan, beberapa pemimpin pasukan menemuinya, di antaranya: Abu Ubaidah bin al Jarrah. Mereka memberitahu Umar bahwa ada wabah yang sedang melanda negeri Syam. “Tolong panggilkan para pemuka kaum Muhajirin dan Anshar!” perintah Umar. Mereka datang. Setelah menceritakan bahwa wabah kolera tengah melanda negeri Syam, Umar meminta pendapat mereka. Mereka pun berselisih pendapat. Sebagian berkata, “Engkau telah berangkat untuk satu tujuan, maka menurut kami tidak layak lagi engkau kembali.” Sebagian lagi berkata: “Engkau berangkat bersama banyak orang dan para Sahabat  Rasulullah saw., maka menurut kami hendaknya engkau tidak perlu pergi menghadapi wabah ini.” Kemudian Umar berkata: “Istirahatlah kalian!”   Mereka keluar dari ruangan pertemuan.  Umar berkata lagi, “Panggilkan para ...

Kisah 4: Allah Maha Mengetahui Segalanya

CCTV SEMESTA Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (QS. al-Hujurat: 18) Di sebuah SMA, seorang guru agama bingung ketika akan memilih siapa siswa terbaik dalam mata pelajaran yang diasuhnya tahun ajaran ini. Sebab, jika hanya berpatokan pada nilai ujian tulis, atau pada ujian pengamatan terhadap kelakuan siswa sehari-hari di lingkungan sekolah maupun ujian praktek ibadah, semua siswa memperoleh nilai maksimal. Bahkan ketika dalam ujian lisan pun semua siswa dapat menjawab dengan tepat setiap pertanyaan yang diajukan. Ketika guru itu menanyakan apa hukum pacaran, semua siswa menjawab pacaran hukumnya haram, bahkan jawabannya lengkap dengan dalil dan beberapa akibat buruk akan diperoleh pelakunya. Ketika ditanyakan hukum mengkonsumsi dan memperdagangkan narkotika, hukum mengakses dan menonton pornografi, semua siswa dapat menjawab dengan benar dan meyakinkan. Singkatnya, semua siswa sudah paham ketentuan ...

Kisah 5: Kebaikan pasti dibalas Kebaikan

Gambar
TABUR ----- TUAI Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat atom pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar atom pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS. az-Zalzalah: 7-8). Pagi Minggu 26 Desember 2004, Maulana bersama dua sahabatnya di SMA, Reza dan Agam, sedang asyik bermain pasir di pantai dekat makam Syiah Kuala Banda Aceh. Mereka membuat patung pasir aneka bentuk. Tiba-tiba bumi bergerak dahsyat. Terdengar suara bergemuruh dari dalam tanah. Banyak orang yang sedang bersantai di pantai itu berteriak memanggil-manggil anaknya. Atau memeluk erat yang anak ada di dekatnya. Sebagian besar orang tidak mampu berdiri karena dahsyatnya gempa. Mereka duduk, ada yang memegang batu, batang kayu, atau hanya bersandar pada tanah saja. Lima menit berlalu, bumi sudah tenang. Orang-orang kembali menikmati cerahnya pagi di tepi laut berpasir putih itu. Tiba-tiba, dalam sekejap, air laut surut sampai beberapa puluh...

Kisah 6: SISA ROTI SARAPAN PAGI TEMANKU

Gambar
SEKEPING SISA ROTI SARAPAN PAGI TEMANKU Hari itu di sebuah sekolah, dilakukan pemeriksaan segala hal yang dilarang masuk di lingkungan sekolah seperti handphone berkamera, foto, gambar, surat-surat cinta, dan lain-lain. Para siswi menerima perintah ini dengan senang hati. Tim membuka tas-tas para siswi di depan mereka. Semua tas bersih berisi buku-buku, pena, dan peralatan kebutuhan sekolah lainnya. Saat itu, di ujung ruangan Zahra yang memandang kepada tim pemeriksa dengan pandangan terpecah dan mata nanar. Tangannya memegang erat tasnya. Pandangannya semakin tajam setiap giliran pemeriksaan semakin dekat pada dirinya. Dia semakin erat memegang tasnya. Dalam hati ia berkata, "Ya Allah semoga mereka tidak akan membuka tas saya" . “ Tolong buka tasnya anakku ”, kata seorang guru pada Zahra. Siswi itu terhenyak, tidak langsung membuka tasnya. Dia diam, menatap wanita yang ada di depannya, tetapi tetap mendekap tas ke dadanya. “ Berikan tasmu nak ”, kata pemeriksa...