'Ibrah 3: 4 Langkah Positif untuk Hidup Prospektif


INGIN KEHIDUPAN YANG PROSPEKTIF
LAKUKAN EMPAT LANGKAH POSITIF

بسم الله الرحمن الرحيم

Asslamu’ailakum Warahmatullahi wa Barakatuh,
Alhamdulillahi Rabbi al-‘Alamín. Nahmaduhu wa Nasta’inuhu wa nastagfiruh.
Asyhádu allá iláha illallah wahdahula syarikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘Abduhu Wa Rasuluhu, La nabiya ba’dah.

Teman-teman pembaca sekalian, judul ini sebenarnya terinspirasi dari keindahan bulan Oktober, dimana pada bulan ini adalah bulannya para pemuda Indonesia. Hal ini karena pada tanggal 22 Oktober dijadikan sebagai hari santri nasional dan santri adalah para pemuda. Dan tanggal 28 Oktober diperingati sebagai hari sumpah pemuda.
Dalam Islam, masa muda adalah masa yang dianggap bagian dari umur yang dinamis, energik, cekatan dan kuat. Hal ini karena masa muda adalah masa kuat di antara dua kelemahan yaitu lemah karena masih anak-anak dan lemah karena sudah tua, jadi masa muda adalah masa pertengahan di antara dua kelemahan, oleh karenanya Islam sangat memberi perhatian kepada para pemuda. Lihat dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 34.
Sehingga mereka mengingkari akan rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka. Maka bersenang-senanglah kamu sekalian, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).
Oleh karena itu, Islam memiliki perhatian besar terhadap para pemuda, sehingga terwujudlah judul seperti tersebut di atas.

Lalu langkah apa saja yang harus diraih oleh pemuda? berikut penjelasannya;
1.        Itqánul Imániyyah (Memperteguh Komitmen Keimanan yang Berbasis)
Maksudnya adalah menjalani kehidupan ini dengan penuh nuansa beribadah kepada Allah, kita harus yakin terhadap komitmen keimanan. Keimanan yang bagaimana? yaitu yang berbasis (iman yang mempunyai dasar-dasar). Orang yang sudah memiliki iman yang seperti itu sudah tidak memiliki rasa takut terhadap apapun. Lihat Al-Qur’an Surat Fushshilat ayat 30 tentang orang-orang yang memiliki komitmen keimanan.
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".

2.        Tadabburul Astiqbaliyyah (Memandang ke depan dengan percaya diri dan optimis)
Kita harus melihat ke dapan, tidak perlu khawatir karena Allah berfirman: Rahmatku meliputi segala sesuatu. Oleh karenanya kita diminta untuk melihat ke depan dengan penuh optimis, karena rahmat Allah sangatlah luas, Lihat Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 155.

3.        Tahsinush Shana’iyyah (Berusaha dan Bekerja dengan dinamis)
Para pemuda harus memiliki iman yang berbasis, masa depan yang optimis, dan ketiga kerja dengan dinamis. Oleh karenanya Islam memerintahkan kita semua untuk berkerja, Allah berfirman: Kerjalah kalian, Allah akan menyaksikan, dan Rasul dan Orang beriman karya kamu. Lihat Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 105. Kita harus bekerja dengan rajin, tidak perlu orang lain mengetahuinya cukup Allah lah yang melihat pekerjaan yang kita lakukan. Oleh karenanya tidak perlu khawatir terhadap pekerjaan yang kita lakukan, seperti Para pemuda yang baru menikah, atau yang akan menikah tidak perlu merasa takut dan merasa susah karena harta ketiadaan harta, tanpa harta akar pemasalahan, siapapun bisa berkerja, berusaha dengan kemampuan yang dimiliki.
Sebagaimana syair aceh, Meutan harta cit punca paké, beuna tapiké hai kaom muda, hanjeut di kanto tajak dalam glé, yak tarék kawé jak mita rusa. Nyoe hanjeut meupukat jak mat go kawé, hanjeut meupandé jak seuon raga. Hanjeut bak lada, gisa bak pade, talo bineh glé tanaman muda. Meunyoe jak sikula sambong beu manyang beutrok bak jenjang pasca sarjana. Menyoe duk bak keude beu le that barang, menyoe meuheut keu tukang beusunggoh kerja. Pileh paleng get cit ilme agama, ilme tamita sampoe beu manyang, Meunyoe jeut keu teungku senang hai taulan, pahala intan ile sampoe an maté.
Semua ini diisyaratkan agar kita berkerja, berkarya, agar memenuhi kehidupan sendiri, istri, anak, dan keluarga serta menjadi rahmat untuk alam semesta. J

4.        Do’aut Takhlishiyyah (Memohon kepada Allah secara khalish)
Setelah berusaha secara zahir maka jangan kesampingkan berusaha secara batin dengan cara berdoa kepada Allah sang maha pemberi. Kita tidak perlu cemas, Allah kaya, tidak perlu khawatir Allah memiliki segalanya. Lihatlah sejarah pada zaman Nabi, orang yang ikut berperang melawan nonmuslim. Non muslim sangatlah banyak, sampai sahabat-sahabat Nabi takut, sehingga Allah berfirman: berapa banyak kejadian golongan sedikit dapat mengalahkan golongan banyak dengan izin Allah, dan Allah beserta orang-orang sabar. Al-Baqarah ayat 249.
Lalu siapa yang ditolong oleh Allah? jawabannya adalah orang yang dekat dengan Allah. Laksana orang yang dekat dengan presiden maka dialah yang akan diberikan pekerjaan oleh presiden. Maka dalam hal ini Allah berfirman: Sujudlah dan dekatkanlah. Jika kita medekatkan diri kepada Allah dengan cara sujud dan mendekatkan diri, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Abu Bakar, ketika berada dalam Gua Tsur, ketika bersembunyi dengan nabi, dari kejaran kafir Qurasy dan mereka semakin dekat dengan tempat persembunyian nabi maka pada saat itu mereka (qurasy) pun mengatakan inilah tempat persembunyian mereka (Nabi Muhammad dan Abu Bakar), perkataan mereka membuat gemetar Abu Bakar sampai keluar keringat, betapa tidak jika mereka mengetahui keberadaan mereka, maka keduanya akan dibunuh oleh kafir Qurasy. Maka pada saat itu Nabi berkata, Jangan takut jangan khawatir, sungguh Allah bersama kita, seketika  Bakar kembali tenang dan semangat.
Begitu juga dalam rumah tangga, istri mengatakan jika tidak ada uang maka begini dan begini, begitu dan begitu….. maka katakan kepada istri tercinta; Inallaha Ma’ana. hehehe.
Oleh karena itu jangan panik, jangan gundah, janganlah risau karena Allah bersama kita.

Semoga bermanfaat.
Wassalam. J


Komentar

Postingan populer dari blog ini

FIKIH: FASAKH NIKAH DENGAN ALASAN SUAMI MISKIN

Dunia Rahmat: Episode 01.

'Ibrah 1: TSUNAMI 'itu' UNTUK SIAPA?

FIKIH 1: TEORI FASAKH DALAM FIKIH DAN HUKUM PERKAWINAN DI INDONESIA

USHUL FIQH: Kaidah Maqasidiyah

FIKIH 2: KONSEP NAFKAH DALAM FIKIH DAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA

USHUL FIQH 1: POSISI IJTIHAD: Sebagai Metode Penggalian Hukum Islam

'Ibrah 2: 4 Mutiara Hilang Karena 4 Mungkara

Dunia Rahmat: Episode 02.

USHUL FIQH: FUNGSI FATWA SEBAGAI SOLUSI DALAM PERMASALAHAN HUKUM ISLAM (Analisis Sejarah & Perkembangannya)